ERP Bonded Zone (atau ERP Kawasan Berikat) adalah sistem Enterprise Resource Planning (ERP) yang dirancang khusus dengan modul IT Inventory terintegrasi untuk memenuhi regulasi ketat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC)
. Sistem ini wajib dimiliki oleh perusahaan manufaktur atau ekspor-impor yang beroperasi di wilayah Kawasan Berikat demi mempertahankan fasilitas penangguhan Bea Masuk dan pajak impor.
. Sistem ini wajib dimiliki oleh perusahaan manufaktur atau ekspor-impor yang beroperasi di wilayah Kawasan Berikat demi mempertahankan fasilitas penangguhan Bea Masuk dan pajak impor.
Mengapa ERP Standar Tidak Cukup untuk Kawasan Berikat?
Banyak perusahaan keliru menganggap bahwa ERP global biasa otomatis memenuhi syarat. Sesuai aturan Bea Cukai Indonesia, sistem di Kawasan Berikat harus memenuhi kriteria IT Inventory Standar Kepatuhan:
- Integrasi Data Murni: Data laporan kepabeanan harus berasal langsung dari sistem pencatatan utama (bukan hasil manipulasi atau input ulang manual).
- Akses Log-In Auditor: Menyediakan hak akses khusus (read-only) bagi petugas Bea Cukai untuk memeriksa mutasi barang kapan saja secara real-time.
Fitur Utama ERP Bonded Zone
Sistem ERP khusus ini mengawasi pergerakan logistik dari hulu ke hilir dengan menyematkan kode kepabeanan pada setiap material:
- Pencatatan Dokumen BC: Otomatisasi pelacakan dokumen impor/ekspor seperti BC 2.3 (Pemasukan), BC 2.5 (Pengeluaran ke lokal), BC 3.0 (Ekspor), hingga BC 4.0 dan 4.1.
- Konversi Bahan Baku ke Produk Jadi (WIP & BOM): Melacak konversi bahan baku impor non-pajak menjadi barang setengah jadi (WIP) hingga produk jadi untuk membuktikan tidak adanya kebocoran material ke pasar domestik.
- Koneksi Host-to-Host (H2H): Integrasi langsung dengan sistem kepabeanan pusat seperti CEISA 4.0 milik Bea Cukai.
- Laporan Mutasi Otomatis: Menyusun Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) mutasi bahan baku, barang jadi, barang sisa (scrap), dan mesin modal secara periodik.
0 comments:
Post a Comment